PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP INSOMNIA PADA LANSIA

  • lisna Nuryanti

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan oleh lansia untuk meningkatkan kesejahteraannya adalah dengan memenuhi kebutuhan dasarnya. Salah satu kebutuhan dasar tersebut adalah kebutuhan tidur dan istirahat. Akan tetapi, sekitar 60% lansia mengalami insomnia atau gangguan tidur. Insomnia pada lansia dapat diatasi dengan cara non farmakologi yang salah satunya adalah dengan latihan relaksasi otot progresif. Relaksasi progresif adalah relaksasi fisik sistematis dari kepala kemudian turun ke kaki disertai dengan sugesti dan visualisasi yang bertujuan untuk memperdalam kondisi rileks dan digunakan untuk mengatasi gangguan tidur. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh relaksasi otot progresif terhadap insomnia pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budhi Dharma BekasiĀ  Tahun 2016. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pre-post test design without control, dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 33 orang. Data dianalisis menggunakan uji statistik dengan menggunakan uji Paired Samples T-Test. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji Paired Samples T-Test pada tingkat kemaknaan 95% (16,142=2,03951;0,000=0,05). Ada pengaruh relaksasi otot progresif terhadap insomnia pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budhi Dharma Bekasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Undang-undang No.13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lanjut usia.
2. Sarangih, M.SI. (2012). Perenungan dalam Bulan Lanjut Usia Tahun 2012.
3. Rivansyah, Firman. (2012). Pengaruh Senam Lansia terhadap Tingkat Stres pada Lansi di PSTW Budhi Dharma Bekasi Tahun 2012. STIKes Medistra Indonesia. Bekasi
4. Lianto, Heru. (2011). Wah, Lansia di Indonesia urutan ke-4 di dunia. http://www.swatt-online.com/wah-lansia-di-indonesia-urutan-ke-4-di-dunia/
5. Hamzah, Alfian. (2012). Tua, jompo, dan Ditelantarkan. http://www.sindoweekly-magz.com/artikel/14/i/7-13-juni-2012/indonesia/43/tua-jompo-dan-ditelantarkan

6. Lubis. (2011). Pemenuhan Kebutuhan Istirahat Tidur pada Lansia di UPT Pelayanan Sosial Lansia dan Anak Balita Wilayah Binjai. Universitas Sumatera Utara
7. Dewi, dkk. (2012). Angka Kejadian serta Faktor-faktor yang mempengaruhi gangguan tidur (insomnia) pada lansia di PSTW Wana Seraya Denpasar Bali Tahun 2012

8. Erliana, dkk. (2008). Perbedaan Tingkat Insomnia Lansia Sebelum dan Sesudah Latihan Relaksasi Otot Progresif di PSTW Ciparay Bandung

9. Sondang, Ester. (2012). Insomnia : Jenis, Penyebab, dan Gejalannya. http://www.tabloidnova.com/Nova/Kesehatan/Umum/Insomnia-Jenis-Penyebab-dan-Gejalanya/.
10. Haryadi. (2012). http://www.deherba.com/ihwal-pemakaian-obat-psikotropika-pada lansia.html
11. Alim, Muhammad Baitul. (2010). Langkah-langkah Relaksasi otot progresif. http://www.psikologizone.com/langka-langkah-relaksasi-otot-progresif.
12. Sitralita. (2010). Pengaruh Latihan Relaksasi Otot Progresif terhadap Kualitas Tidur pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Sayang Ibu Batu Sangkar. Universitas Andalas.

13. Dharma, K. (2011). Metodologi Penelitian Keperawatan. Jakarta : TIM

14. Notoadmojdo, Soekidjo. 2012. Metodologi Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
15. Sumiarsih, Titi. (2012). Pengaruh Teknik Relaksasi Progresif Terhadap Perubahan Pemenuhan Kebutuhan Tidur Pada Lansia Di Desa Sijambe Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan.

16. Resti, Bil Indriana. (2012). Teknik Relaksasi otot progresif untuk mengurangi stres pada penderita Asma. Fakultas Psikologis. Universitas Muhammadiyah Malang.
Published
2018-08-07