Gambaran Kondisi Ibu Hamil Menurut Pemeriksaan Laboratorium

  • Widya Wati Puskesmas Sungailiat Kabupaten Bangka
Keywords: quantitative information on pregnant women

Abstract

Antenatal care, which consists of a health check-up process, observation and education for pregnant women, requires laboratory tests to detect abnormalities early during pregnancy. This study aims to obtain a description of the condition of pregnant women at Sungailiat Health Center based on the results of laboratory examinations. The research sample was pregnant women who were examined at the Sungailiat Health Center laboratory from January to July 2020, whose data were collected through the Puskesmas information system (simpus) and analyzed descriptively and graphically. It was found that 26.5% of pregnancies that occurred in women aged under 20 years and over 35 years and 3.5% of pregnant women aged under 20 years and between 20-35 years suffered from anemia. Hepatitis B affects 1.8% of pregnant women due to the hygiene and sanitation conditions of the living environment. There were no problems related to syphilis and HIV, but 2.2% of pregnant women had proteinuria.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aditianti, A., Permanasari, Y., & Julianti, E. (2015). Pendampingan minum Tablet Tambah Darah (TTD) dapat meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil anemia. Nutrition and Food Research, 38(1), 71-78.

Anggraini, Y. (2017). Hubungan Faktor Yang Menyebabkan Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Guguak Panjang Kota Bukittinggi Tahun 2017. Bidan Prada: Jurnal Publikasi Kebidanan Akbid YLPP Purwokerto, 8(2).

Astriana, W. (2017). Kejadian anemia pada ibu hamil ditinjau dari paritas dan usia. Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(2), 217394.

Astuti, S. (2018). Skrening Kehamilan Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu Hamil Di Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Dharmakarya, 7(4), 285-289.

Badan Pusat Statistik. (2018). Kecamatan Sungailiat Dalam Angka, Sungailiat Subdistrict in Figures 2018. BPS Kabupaten Bangka.

Darmawan, H., Purwoko, I. H., & Devi, M. (2020). Sifilis Pada Kehamilan. Sriwijaya Journal of Medicine, 3(1), 73-83.

Darwanty, J., & Antini, A. (2012). Kontribusi Asam Folat Dan Kadar Haemoglobin Pada Ibu Hamil Terhadap Pertumbuhan Otak Janin Di Kabupaten Karawang Tahun 2011. Indonesian Journal of Reproductive Health, 3(2), 82-90.

Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. (2013). Pedoman Tata Laksana Sifilis Untuk Pengendalian Sifilis di Fasilitas Pelayanan Dasar. Jakarta. Kementerian Kesehatan RI.

Harisma FB, Syahrul F, Mubawadi T, Mirasa YA. (2018). Analisis Kejadian Luar Biasa Hepatitis a Di Sma X Kabupaten Lamongan Tahun 2018. J Berk Epidemiol.

Hidayah, P., Wahyuningsih, H. P., & Kusminatun, K. (2018). Hubungan Tingkat Risiko Kehamilan dengan Kejadian Komplikasi Persalinan di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Jurnal Kesehatan Vokasional, 3(1), 39.

Istyarini, D. D. (2019). Gambaran Kelengkapan Pemeriksaan Laboratorium pada Ibu Hamil untuk Mencegah Komplikasi pada Massa Persalinan di Puskesmas (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Laia, T. J. (2019). Faktor Yang Mempengaruhi Anemia Pada Ibu Hamil Di Klinik Siti Hajar Tahun 2019 (Skripsi, Institut Kesehatan Helvetia).

Marniyati, L., Saleh, I., & Soebyakto, B. B. (2016). Pelayanan Antenatal Berkualitas dalam Meningkatkan Deteksi Risiko Tinggi pada Ibu Hamil oleh Tenaga Kesehatan di Puskesmas Sako, Sosial, Sei Baung dan Sei Selincah di Kota Palembang. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan: Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, 3(1), 355-362.

Masrizal, M. (2007). Studi Literatur : Anemia Defisiensi Besi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(2), 140-145.

Ningsih, I. K. (2018). Kajian Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak pada Antenatal Care Oleh Bidan Praktik Mandiri di Yogyakarta. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 6(1), 61-67.

Nuraisya, W. (2018). Deteksi Risiko Tinggi Kehamilan Pada Pelayanan ANC Terpadu di Puskesmas Bendo Kabupaten Kediri. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(2), 240-245.

Nursal, D. G. A. (2015). Kehamilan Risiko Tinggi di Puskesmas Lubuk Gadang Kabupaten Solok Selatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 9(1), 23-28.

Purwaningsih, N. A., Shodikin, M. A., & Abrori, C. (2018). Hubungan Ibu Hamil Positif HIV/AIDS dengan APGAR Score Bayi di RSD dr. Soebandi Jember (The Correlation between HIV/AIDS Positive Pregnant Mother with Infant APGAR Score in RSD dr. Soebandi Jember). J Agromedicine Med Sci, 4:178–83.

Putri, E. A. (2018). Gambaran Pemeriksaan HBsAg Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Karanganyar Ii Demak (Skripsi, UNIMUS).

Qudriani, M., & Hidayah, S. N. (2017, May). Persepsi Ibu Hamil Tentang Kehamilan Resiko Tinggi Dengan Kepatuhan Melakukan Antenatal Care Di Desa Begawat Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal Tahun 2016. In Prosiding 2nd Seminar Nasional IPTEK Terapan (SENIT) (Vol. 2, No. 1, pp. 197-203).

Rabrageri, A. K. S., Siswosudarmo, R., & Soetrisno, S. (2017). Faktor Risiko Transmisi Virus HIV pada Ibu Hamil di Papua. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 4(1), 23-32.

Santoso, A. P. R. (2019). Hubungan Leukosit Dan Protein Urine Pada Ibu Hamil Trimester Iii Di Puskesmas Klampis Bangkalan Madura. Medical Technology and Public Health Journal, 3(2), 101-106.

Setiawan, A. (2019). Edukasi Dokter Pada Pasien Sifilis Sebagai Upaya Pencegahan Dan Pengobatan. INA-Rxiv. June, 25.

Suhaimi, D., Savira, M., & Krisnadi, S. R. (2009). Pencegahan dan penatalaksanaan infeksi HIV/AIDS pada kehamilan. Majalah Kedokteran Bandung, 41(2).
Published
2020-11-13